montessori_class_room

Saat ini preschool banyak digemari oleh para orang tua, berbagai macam alasan yang dimiliki orang tua untuk memilih memasukkan anaknya ke preschool, seperti ingin memberikan stimulus pada anak, pengetahuan, emosional dan interaksi sosial yang tepat sesuai usia anak. Ada berbagai macam preschool dengan metode-metode pendidikan yang beragam, salah satu yang akan saya bahas di sini yakni preschool dengan Metode Montessori.

Di Indonesia saat ini cukup banyak preschool yang mengaplikasikan Montessori. Lantas bagaimana orang tua dapat memilih preschool Montessori yang sesuai dengan filosofi Montessori?

Dapat kita lihat secara umum bahwa ketika orang tua memilih untuk menyekolahkan anaknya (preschool), mereka harus mempertimbangkan beberapa faktor, yakni:

+) Lingkungan fisik sekolah;
+) Kebersihan dan hygiene sekolah;
+) Kualifikasi dan disposisi para staf pengajar;
+) Kurikulum sekolah;
+) Aspek pemeliharaan rutin sekolah;
+) Program/kegiataan tambahan di sekolah.

Orang tua harus terlebih dahulu melakukan penelitian sendiri tentang seperti apa itu metodologi Montessori, dari situ orang tua dapat mengidentifikasi sekolah Montessori yang sesuai dengan filosofinya. Jadi dengan pemahaman tersebut, orang tua akan dapat menilai sekolah yang benar-benar menerapkan pendekatan Montessori.

Ada cara yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi sekolah Montessori yang benar-benar menerapkan filosofi dari dr. Maria Montessori, salah satunya dengan melihat ruang kelasnya. Ruang kelas untuk sekolah Montessori harus dilengkapi dengan aparatus-aparatus atau material Montessori dari 5 (lima) bidang utama pembelajaran. Selain itu, orang tua juga di dorong untuk mengamati kelas yang sedang berlangsung di sekolah (preschool) yang dipilihnya. Mereka harus mengamati apakah anak-anak di kelas diberikan kebebasan dalam bergerak, diberikan pilihan dalam menggunakan aparatus atau material Montessori, dan sebagainya. Orang tua juga dapat meminta pihak sekolah untuk menjelaskan kepada mereka tentang bagaimana pelajaran dengan pendekatan Montessori yang pada umumnya dilakukan, serta bagaimana orang tua dapat memantau progress dan perkembangan anaknya.

Saat ini di Indonesia khususnya kota-kota besar sudah ada ada sekolah-sekolah yang menerapkan metode Montessori, namun untuk mengetahui bahwa sekolah (preschool) benar-benar berdasarkan filosofi Montessori dapat dilihat dari “prepared environment” di sekolah tersebut. Ini merupakan lingkungan/tempat yang disiapkan oleh orang dewasa yang memang sudah terlatih dan berpengalaman untuk memfasilitasi perkembangan dan pembentukkan diri anak-anak, serta tempat dimana tidak ada hambatan anak-anak untuk belajar.

Preschool Montessori harus dibentuk berdasarkan prinsip-prinsip berikut ini:

  1. 1. Freedom
  2. 2. Reality and nature
  3. 3. Development of community life
  4. 4. Structure and order
  5. 5. Simplicity
  6. 6. 5 main areas of learning, yang meliputi:
    a) Montessori practical life – Mengajarkan anak mengenai keterampilan hidup.
    b) Montessori sensorial exercise – Mengasah 5 sense anak.
    c) Montessori language – Berbicara/mendengarkan/menulis/membaca.
    d) Montessori mathematics – Memperiapkan anak mempelajari hal abstrak.
    e) Montessori cultural education – Memperkenalkan hewan, tumbuhan, sejarah dan budaya pada anak.

Ciri khas preschool yang berkualitas akan berperan sebagai jembatan untuk transisi anak-anak ke pendidikan formal, dengan memberikan mereka keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk tingkat pendidikan selanjutnya. Kurikulum Montessori didasarkan pada 5 bidang pembelajaran utama yang mengajarkan anak mengenai keterampilan hidup untuk membantu diri sendiri dan memungkinkan untuk mereka menjadi makhluk independen termasuk di lingkungan mereka sendiri. Kurikulum ini juga mencakup berbagai mata pelajaran dan keterampilan, seperti:

  1. 1. Earth science
  2. 2. Physical science
  3. 3. Life science
  4. 4. Health science
  5. 5. Music and movement
  6. 6. Art and craft.

Salah satu contoh sekolah Montessori, klik di sini

Selamat memilih sekolah yang sesuai dengan potensi anak 🙂


Tulisan ini hasil dari diskusi grup dengan Ibu Rosa (Academic Directress Montessori Haus Asia)

Share: